Merauke, Suara Bentara | Masyarakat adat di Kampung Boha, Distrik Muting, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, meminta PT Bio Inti Agrindo (BIA) membangun satu unit sanggar seni budaya di kampung tersebut. Permintaan itu mendapat respon positif dari pihak perusahaan yang menyatakan sedang memproses rencana pembangunan sanggar tersebut.
Ketua Adat Imo Wilayah 4, Wilifridus K. Kaize, mengatakan usulan pembangunan sanggar telah mereka sampaikan kepada PT BIA – perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit di wilayah itu. Menurutnya, pihak perusahaan sudah memberi jawaban awal dan sedang menyelesaikan proses administrasi.
“Usulan kami sudah dijawab perusahaan. Operasional Manager ECCDP PT BIA, Ibu Renate menyampaikan bahwa itu lagi diproses administrasinya. Setelah itu mungkin ada tindak lanjut dengan mendatangkan bahan untuk pendirian sanggar seni budaya di Kampung Boha,” kata Wilifridus, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa Kampung Boha merupakan salah satu tanah adat dari golongan atau klan Imo. Dalam masyarakat adat Malind Anim terdapat empat golongan adat utama yang mewakili empat arah mata angin, yakni Ezam (Selatan), Sosom (Utara), Mayo (Barat), dan Imo (Timur).
“Setelah sanggar seni itu selesai dibangun, kami akan buat acara adat untuk penyerahan dari perusahaan kepada pihak adat,” ujarnya.
Wilifridus menambahkan, keberadaan sanggar sangat penting untuk pengembangan budaya masyarakat adat. Sanggar tersebut akan menjadi ruang belajar bagi generasi muda, mulai dari kegiatan menganyam, mengukir, hingga pengembangan bahasa daerah dan lagu-lagu adat.
“Di sanggar itu nantinya kami, para orang tua, bisa mengajarkan anak-anak bahasa daerah dan lagu-lagu adat. Juga bisa bicara soal hal-hal yang berkaitan dengan adat istiadat,” tutupnya. (Emanuel)






