Asmat, Suara Bentara | Insiden ambruknya Segmen 2 Dermaga Pelabuhan Agats pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 13.45 WIT tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material. Pihak Kantor Pelabuhan Kelas III Agats pun telah melakukan langkah antisipatif termasuk rencana pembangunan kembali ke depannya.
Kepala Kantor Pelabuhan Kelas III Agats, Peter Rumbimo SH kepada suarabentara.com di Agats, Minggu (15/2/2026), menjelaskan bahwa struktur bangunan dermaga sudah sangat lama dan tidak layak dioperasionalkan, karena itu pihaknya telah merencanakan pembangunan yang dijadwalkan Maret tahun ini.
“Kondisi beton yang telah berusia lebih dari dua dekade serta faktor alam menjadi penyebab utama melemahnya struktur. Sejak November tahun lalu, segmen 2 telah dinyatakan tidak layak operasional dan aktivitas bongkar muat dialihkan ke segmen 1 dan 3,” kata Peter.
Menurut Peter, dermaga tersebut telah berusia lebih dari 20 tahun dan berada di perairan dengan arus yang cukup kuat, sehingga mempercepat penurunan kualitas konstruksi. Pihak pelabuhan bahkan telah menyurati operator pelayaran agar tidak menggunakan segmen tersebut.

“Segmen 2 ini memang sudah kami amati sejak November tahun lalu. Ada tanda-tanda penurunan struktur dan retakan beton. Karena itu sudah kami batasi dan tidak diizinkan untuk aktivitas bongkar muat maupun kapal penumpang,” ujarnya.
Ia menyebut sebagai langkah rehabilitasi pelabuhan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah dianggarkan sekitar Rp50 miliar. Dijadwalkan proyek mulai dilakukan pada Maret 2026 dengan estimasi penyelesaian delapan bulan.
“Anggaran sudah ada sekitar Rp50 miliar untuk replacement total. Tinggal pelaksanaan oleh pihak ketiga, mulai Maret dengan target delapan bulan,” sebutnya.
Peter memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa tersebut karena area segmen 2 telah ditutup sebelumnya. Saat kejadian, tidak ada aktivitas di atasnya. Operasional pelabuhan tetap berjalan melalui segmen 1 dan 3. Langkah ini dinilai penting mengingat Pelabuhan Agats merupakan satu-satunya akses distribusi logistik utama bagi Kabupaten Asmat serta sejumlah wilayah pedalaman.
“Kami tetap siaga penuh, apalagi menjelang Idul Fitri, agar pasokan kebutuhan masyarakat tidak terganggu,” tambahnya. (Nasrianto)





