Beranda / Berita Utama / Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Merauke, Polisi Ingatkan Warga Waspada

Karhutla Terjadi di Sejumlah Wilayah Merauke, Polisi Ingatkan Warga Waspada

Merauke, Suara Bentara | Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Merauke dalam beberapa hari terakhir. Polisi mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena cuaca panas dan angin kencang dapat membuat api cepat meluas.

Kasi Humas Polres Merauke, Ipda Andre MSB, mengatakan kebakaran terjadi antara lain di wilayah Tanah Miring, Yanggandur, Elikobel dan Jagebob. Aparat TNI-Polri bersama masyarakat telah melakukan pemadaman di sejumlah lokasi tersebut.

Menurut Andre, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dalam penyelidikan. Polisi masih mendalami kemungkinan faktor alam akibat kondisi panas maupun faktor manusia, seperti pembakaran sampah dan puntung rokok yang dibuang sembarangan.

“Penyebabnya masih kita selidiki. Kemungkinan bisa karena faktor alam, panas, kemudian orang membakar sampah atau membuang puntung rokok,” kata Andre.

Dari sejumlah kejadian tersebut, kebakaran di wilayah Tanah Miring menjadi salah satu yang paling luas dengan area terdampak sekitar empat hektare dan hampir mencapai lima hektare.

Kebakaran lahan juga terjadi di Kampung Yaba Maru, Distrik Tanah Miring, Jumat (4/9/2026). Api yang muncul sekitar pukul 08.59 WIT membakar lahan yang ditumbuhi alang-alang seluas kurang lebih satu hektare.

Api diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah oleh warga di sekitar permukiman. Cuaca kemarau dan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke lahan di belakang rumah warga.

Pemadaman dilakukan personel Polsek Tanah Miring, petugas pemadam kebakaran, Damkar Kodam XXIV/Mandala Trikora bersama masyarakat. Tiga unit mobil pemadam dikerahkan dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.40 WIT. Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar.

Kebakaran lainnya terjadi di Elikobel pada Jumat sekitar pukul 10.30 WIT. Personel Polsek Elikobel bersama masyarakat Kampung Bupul berupaya memadamkan api yang muncul di sekitar musala.

Api kemudian merembet ke kawasan hutan di belakang rumah warga, sekitar Kantor Distrik Elikobel dan lahan sawit milik PT APM. Api di sekitar Mapolsek Elikobel berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIT, sedangkan bagian yang mengarah ke lahan sawit masih dipantau.

Pada Sabtu (5/9/2026) malam, kebakaran juga terjadi di Kampung Yanggandur. Personel Polres Merauke dan Kodim 1707/Merauke melakukan penyisiran di sepanjang Jalan Wasur-Yanggandur sebelum menemukan titik api sekitar pukul 21.15 WIT.

Lima personel Sat Samapta Polres Merauke dan 15 personel Kodim 1707/Merauke dikerahkan untuk melakukan pemadaman dengan dukungan satu unit mobil pemadam TNI AD. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.51 WIT.

Andre mengatakan pemadaman karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan TNI, Polri dan masyarakat. Dalam beberapa penanganan, aparat juga menggunakan peralatan seperti water cannon Brimob dan mobil pemadam.

Ia mengimbau masyarakat Merauke tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama dalam kondisi cuaca panas dan angin kencang. Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat menjadi sumber api.

“Kalau ada titik api segera laporkan kepada aparat supaya bisa cepat ditangani dan tidak meluas,” katanya. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *