Boven Digoel, Suara Bentara | PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) memperbaiki jalan sepanjang enam kilometer yang menghubungkan ruas jalan beraspal dengan Pelabuhan Desa Miri, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.
Perbaikan akses jalan tersebut dilakukan untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat Desa Miri dan Kampung Anggai yang menggunakan pelabuhan tersebut sebagai titik penyeberangan.
Pekerjaan diawali dengan perataan badan jalan menggunakan alat berat grader. Setelah itu, ruas jalan akan diperkeras menggunakan material sirtu atau laterit lokal sehingga lebih layak dan aman dilalui masyarakat.
Regional Head Operasi Papua Selatan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), I Wayan Sudirsa, mengatakan perbaikan jalan tersebut merupakan bagian dari komitmen awal perusahaan untuk memberikan kontribusi bagi pembangunan desa dan masyarakat sekitar.
“Perbaikan jalan ini merupakan bagian dari komitmen Agrinas Palma untuk berkontribusi terhadap pembangunan desa. Kami berharap akses yang semakin baik dapat memperlancar mobilitas serta mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Desa Miri dan Kampung Anggai,” kata I Wayan.

I Wayan juga bersilaturahmi dengan Sekretaris Desa Miri, Esebius Amoti, pada Minggu (6/9/2026). Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan perbaikan jalan sekaligus pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung pekerjaan tersebut.
Esebius mengapresiasi perhatian dan kontribusi Agrinas Palma terhadap peningkatan akses jalan di wilayah Desa Miri.
“Kami berterima kasih kepada Agrinas Palma atas perbaikan jalan Miri sepanjang enam kilometer. Kami siap mendukung pelaksanaannya, termasuk melalui penyediaan material lokal yang dibutuhkan agar pekerjaan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Esebius.
Perbaikan jalan menuju pelabuhan itu diharapkan tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga memperlancar aktivitas sosial dan ekonomi warga Desa Miri maupun Kampung Anggai.
Agrinas Palma menyatakan akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, tokoh adat, serta masyarakat setempat dalam pelaksanaan program di wilayah Papua Selatan. (Emanuel)





