Beranda / SosBud / PT BIA dan Unmus Tanam 2.000 Mangrove, Resmikan Mangrove Education Centre di Payum

PT BIA dan Unmus Tanam 2.000 Mangrove, Resmikan Mangrove Education Centre di Payum

Merauke, Suara Bentara | PT Bio Inti Agrindo (BIA) bersama Universitas Musamus (Unmus) menanam 2.000 bibit mangrove sekaligus meresmikan Mangrove Education Centre di Pantai Payum, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Selasa (6/10/2026).

Peresmian Mangrove Education Centre dilakukan Presiden Direktur PT BIA Kong Byoung Sun bersama Wakil Rektor I Unmus Tobias Nggaruwaka. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai pusat edukasi, konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Panitia, Fredi dalam laporan ya mengatakan Mangrove Education Centre bakal tempat belajar mengenai mangrove dan lingkungan bagi seluruh unsur masyarakat, termasuk juga menjadi ruang belajar terbuka bagi anak-anak di sekitar Pantai Payum.

Menurut Fredi, lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar untuk memperkuat kemampuan membaca, menulis, dan berhitung sekaligus menumbuhkan kepedulian anak-anak terhadap alam.

“Menanam bukanlah akhir, tetapi merupakan awal dari proses yang panjang,” kata Fredi.

Ia mengatakan keberhasilan penanaman mangrove membutuhkan pemeliharaan, monitoring, edukasi, serta keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Presiden Direktur PT BIA, Kong Byoung Sun, mengatakan kegiatan penanaman mangrove oleh PT BIA telah dimulai sejak 2020. Tahun ini, PT BIA kembali berkolaborasi dengan Unmus melalui penanaman 2.000 bibit mangrove di Pantai Payum.

Kong mengatakan keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama antara perusahaan, akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

“Kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi bentuk kerja sama yang berkelanjutan bersama masyarakat,” ujarnya.

Kong berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, melindungi pesisir Payum, menjaga ekosistem, dan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unmus, Tobias Nggaruwaka, mengatakan kawasan Pantai Payum dan sekitarnya rawan abrasi sehingga upaya penanaman mangrove penting dilakukan sebagai bagian dari konservasi.

“Dengan menanam 2.000 pohon mangrove hari ini, kita mau menyatakan bahwa kita semua ambil bagian di dalam merawat dan melindungi kawasan Pantai Payum,” katanya.

Tobias mengatakan Mangrove Education Centre juga diharapkan menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak sekaligus mendukung kegiatan pembelajaran dan konservasi.

Ia berharap kolaborasi tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat Pantai Payum dan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *