Agats, Suara Bentara | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026), dengan meninjau sejumlah lokasi penting yang merepresentasikan identitas budaya dan pembangunan masyarakat setempat.
Didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk dan rombongan, Gibran tiba di Bandar Udara Ewer pada pagi hari dan disambut Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bersama jajaran forum komunikasi pimpinan daerah.
Berbeda dengan kunjungan pejabat negara yang biasanya diwarnai pembatasan aktivitas masyarakat, suasana di Agats berlangsung relatif normal. Akses transportasi umum tetap dibuka dan warga menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa.
Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah Museum Budaya Asmat. Di tempat itu, Gibran melihat langsung berbagai koleksi ukiran dan patung khas Asmat yang selama ini dikenal sebagai salah satu warisan seni budaya paling berharga di Papua.
Wapres tampak berdialog dengan petugas museum untuk memperoleh penjelasan mengenai sejumlah koleksi yang tersimpan, termasuk ukiran-ukiran yang menggambarkan kehidupan dan filosofi masyarakat Asmat. Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah ukiran buaya berukuran besar yang menjadi simbol penting dalam tradisi masyarakat setempat.
Dari museum, Gibran melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan Gedung Katedral Keuskupan Salib Suci Agats. Di lokasi tersebut, ia mendengarkan penjelasan mengenai progres pembangunan gereja yang telah dirintis sejak 2015, sempat terhenti, dan kembali dilanjutkan pada 2025.
Katedral tersebut dibangun dengan dukungan umat, pemerintah daerah, dan para donor. Seluruh konstruksi bangunannya menggunakan kayu besi yang menjadi salah satu material khas di wilayah Papua.
Dalam rangkaian kunjungannya, Gibran juga menerima aspirasi dari sejumlah perempuan Asmat yang berharap adanya dukungan modal usaha guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi mama-mama di daerah itu.
Selain meninjau museum dan pembangunan katedral, Wapres dijadwalkan berdiskusi dengan para kepala kampung serta meninjau pelayanan kesehatan di RSUD Perpetua J. Safanpo sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Timika. (Emanuel)





