Beranda / SosBud / Touring Merah Putih Merauke-Boven Digoel Tempuh 800 Kilometer

Touring Merah Putih Merauke-Boven Digoel Tempuh 800 Kilometer

Merauke, Suara Bentara | Sebanyak 130-an peserta mengikuti Touring Merah Putih Merajut Nusantara 2026 dari Kabupaten Merauke menuju Kabupaten Boven Digoel dengan menempuh jarak sekitar 800 kilometer.

Kegiatan yang melibatkan lebih dari 100 kendaraan roda dua dan empat kendaraan roda empat sebagai kendaraan operasional tersebut digelar dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Touring berlangsung selama kurang lebih tiga hari, yakni satu hari perjalanan menuju Boven Digoel, satu hari berada di lokasi dan satu hari perjalanan kembali ke Merauke.

Koordinator Touring Merah Putih Merajut Nusantara, Randika mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perjalanan menggunakan kendaraan, tetapi menjadi momentum untuk membawa dan menyebarkan semangat Merah Putih di sepanjang jalur Trans Papua.

“Setiap peserta membawa bukan hanya bendera Merah Putih, tetapi semangat Merah Putih yang mereka bawa dan sebarkan di sepanjang jalan Trans Papua,” kata Randika.

Menurutnya, perjalanan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat dan mengabadikan hasil pembangunan pemerintah, terutama perkembangan infrastruktur jalan Trans Papua yang kini semakin baik.

Randika mengatakan, kondisi jalan menuju Boven Digoel saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

“Kita sudah rasakan di tahun-tahun sebelumnya jalan Trans Papua itu luar biasa susahnya. Di tahun ini kita bisa merasakan betapa nikmatnya aspal berwarna hitam,” ujarnya.

Karena itu, melalui touring tersebut, pihaknya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa perjalanan menuju Boven Digoel kini semakin mudah dan nyaman.

“Mari kita sama-sama kalau mau ke Boven Digoel, aman, jalan Trans Papua, nyaman. Kita bisa lebih mudah akses karena pemerintah sudah menyiapkan semuanya,” katanya.

Selain semangat Merah Putih, rombongan juga membawa bendera raksasa Nusantara berukuran 81 meter x 8 meter. Bendera tersebut berasal dari sumbangan berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Papua Selatan.

Bendera tersebut kemudian dijahit di Merauke dan untuk pertama kalinya dibawa keluar Kabupaten Merauke, yakni ke Boven Digoel.

“Tujuannya satu, untuk menyebarkan semangat Merah Putih,” kata Randika.

Bendera raksasa tersebut rencananya akan dibentangkan setelah upacara bersama peserta upacara dan masyarakat Kabupaten Boven Digoel.

Sementara itu, Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah mengapresiasi kegiatan Touring Merah Putih Merajut Nusantara sebagai salah satu bentuk partisipasi komunitas dalam menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurut Fauzun, kegiatan tersebut merupakan ekspresi positif komunitas touring yang tidak hanya melakukan perjalanan bersama, tetapi juga membawa semangat Merah Putih dari Merauke menuju Boven Digoel.

Ia berharap komunitas touring tidak memaknai kegiatan tersebut sebatas perjalanan atau aktivitas komunitas, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapannya bagaimana mereka tidak hanya sekadar touring saja, tetapi nilai-nilai dari kemerdekaan bisa betul-betul dimaknai dengan baik,” ujar Fauzun.

Ia mengatakan, generasi saat ini tidak lagi harus berjuang merebut kemerdekaan melalui perang dan senjata. Tantangannya adalah bagaimana menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu.

“Hari ini kita meraih kemerdekaan tidak harus melalui perang dengan senjata, tetapi bagaimana menjaga kemerdekaan ini dengan baik. Di antaranya adalah nilai-nilai yang memang harus mereka jaga,” katanya.

Peserta touring yang berjumlah sekitar 130 orang tersebut tidak seluruhnya berangkat secara bersamaan. Sebagian peserta masih harus menyelesaikan pekerjaan dan dijadwalkan menyusul dalam rombongan berikutnya.

Untuk kegiatan tahun ini, peserta yang mengikuti touring masih berasal dari Merauke dan belum terdapat peserta dari luar Merauke.

Melalui Touring Merah Putih Merajut Nusantara 2026, para peserta membawa semangat kemerdekaan sekaligus ingin menunjukkan bahwa pembangunan dan akses jalan menuju wilayah selatan Papua terus mengalami perkembangan. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *