Merauke, Suara Bentara | Pemerintah Kabupaten Merauke meminta Dinas Kesehatan segera mengecek penyebab kasus diare yang menyerang lebih dari 20 pasien, sebagian besar anak dan balita, di Distrik Kimaam.
Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, mengatakan bahwa informasi mengenai kasus tersebut diterima dari Kepala Distrik Kimaam pada Selasa malam. Pemkab kemudian meminta Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat untuk memastikan kondisi pasien dan penanganannya.
“Semalam masyarakat sampaikan, Pak Distriknya. Kita memang baru minta dari kesehatan untuk mengecek betul apa yang menjadi penyebabnya,” kata Wakil Bupati Merauke, Fauzun Nihayah, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, informasi awal yang diterima pemerintah juga menyebutkan adanya persoalan air dan sanitasi di wilayah tersebut. Namun, pemerintah belum memastikan kedua faktor itu sebagai penyebab kasus diare dan masih menunggu pemeriksaan dari Dinas Kesehatan.
“Informasi yang kami peroleh juga berkaitan dengan persoalan air di sana, sanitasi,” ujar Fauzun.
Wakil Bupati Merauke mengatakan persoalan air bersih menjadi perhatian pemerintah karena merupakan kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, baik di Kimaam maupun wilayah lainnya.
“Kalau air ini kan memang hampir semua, tidak hanya di pulau saja. Kita ini juga sama. Ini menjadi perhatian kita bersama kalau soal air,” katanya.
Pemkab Merauke juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan ketersediaan obat di wilayah tersebut.
“Kita baru mau koordinasi dengan Dinas Kesehatan juga untuk memastikan ketersediaan obat di sana,” ujarnya.
Fauzun Nihayah mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan mengupayakan konsumsi air bersih untuk mencegah munculnya kasus serupa.
“Imbauan kepada masyarakat tetap harus jaga kebersihan dan minum, diupayakan minum air bersih,” tutupnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Kampung Kimaam, Aiptu Bawa Santosa pada Rabu (7/10/2026), lebih dari 20 pasien mengalami diare dan muntaber. Para pasien tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit dan Puskesmas Pratama Kimaam, dengan sebagian besar di antaranya merupakan anak usia balita.
Bawa Santosa juga mengimbau orang tua segera membawa anak ke Puskesmas atau Rumah Sakit Pratama Kimaam apabila mengalami buang air besar secara terus-menerus atau menunjukkan gejala diare.
Warga diminta tidak memberikan obat-obatan tradisional atau melakukan pengobatan sendiri kepada anak tanpa pemeriksaan tenaga medis. Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat. (Emanuel)





