Beranda / Regional / BP3OKP Papua Selatan Usulkan 90 Dokter Ikut Pendidikan Spesialis

BP3OKP Papua Selatan Usulkan 90 Dokter Ikut Pendidikan Spesialis

Merauke, Suara Bentara | Badan Pengarah Percepatan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) mengusulkan sekitar 90 dokter dari Papua Selatan untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis. Usulan tersebut telah disampaikan ke pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses.

Kepala BP3OKP Provinsi Papua Selatan, Yoseph Yanawo Yolmen, mengatakan dokter yang diusulkan berasal dari berbagai status kepegawaian, termasuk dokter aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Realnya itu ada sekitar 90 nama. Bapak sudah kirim seminggu yang lalu. Sekarang masih diproses di Jakarta,” kata Yoseph dalam diskusi evaluasi Otonomi Khusus (Otsus) Papua di Merauke.

Menurut Yoseph, pengusulan dokter spesialis tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di Papua Selatan. Ia berharap para dokter yang nantinya mendapat kesempatan pendidikan spesialis dapat kembali memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia mengatakan program tersebut tidak hanya ditujukan bagi dokter yang bekerja di fasilitas kesehatan pemerintah daerah. Yoseph juga mendorong agar dokter dari institusi TNI dan Polri dapat diusulkan mengikuti pendidikan spesialis.

“Konteks Bapak itu yang penting kau punya hati untuk melayani masyarakat kita di Papua Selatan. Mari kita sama-sama jalan,” ujarnya.

Yoseph mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pangdam Mandala Trikora, Komando Armada, dan Kapolres untuk meminta nama-nama dokter yang dapat diusulkan.

Ia menyebut ada tiga nama dokter yang telah disampaikan dari unsur Komando Armada, sementara pihaknya masih menunggu usulan dari institusi lainnya.

Yoseph menegaskan pengusulan tersebut tidak dibatasi berdasarkan latar belakang suku atau daerah asal dokter. Menurutnya, dokter asal Manado, Toraja, Jawa, Batak maupun daerah lainnya tetap memiliki kesempatan selama memiliki komitmen untuk melayani masyarakat Papua Selatan.

“Yang penting kau punya hati untuk melayani orang Papua di sini,” katanya.

Ia berharap dalam lima tahun ke depan program pendidikan dokter spesialis tersebut dapat memberikan perubahan signifikan terhadap pelayanan kesehatan di Papua Selatan, termasuk memperkuat pelayanan hingga puskesmas dan kampung.

Yoseph mengatakan kebutuhan dokter spesialis merupakan salah satu persoalan yang harus dijawab secara bersama-sama agar masyarakat Papua Selatan tidak kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

“Tujuannya satu, untuk bisa melayani masyarakat kita di Papua Selatan,” ujarnya. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *