Beranda / Regional / DPRK Asmat Kawal Program MBG, 99 Dapur 3T Disiapkan Dorong Ekonomi Lokal

DPRK Asmat Kawal Program MBG, 99 Dapur 3T Disiapkan Dorong Ekonomi Lokal

Asmat, Suara Bentara | Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Asmat menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.

Wakil Ketua II DPRK Asmat, Jasman Tumpu, mengatakan program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat yang dampaknya sangat dirasakan masyarakat.

“Program Presiden ini bukan hanya MBG, ada juga sekolah rakyat dan koperasi merah putih. Tetapi yang paling terasa manfaatnya bagi masyarakat saat ini adalah MBG,” kata Jasman Tumpu.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat empat dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Asmat. Tiga dapur berada di Kota Agats dan sudah beroperasi, sementara satu dapur lainnya baru diresmikan di Distrik Atsy.

Menurutnya, dapur MBG yang sudah berjalan di Agats antara lain SPPG Ambas Cem yang telah beroperasi sejak November 2025, serta SPPG Pasar Dolog dan SPPG Tame Ayetu yang diluncurkan pada 23–24 Februari 2026.

“Puji syukur sampai hari ini pelaksanaan MBG di Asmat berjalan baik tanpa kendala berarti. Kami di DPRK, khususnya pimpinan, memiliki tanggung jawab untuk mengawal dan memastikan program ini berjalan dengan baik,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi anak-anak sekolah, Jasman menilai program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Ia berharap pelaku usaha lokal, petani, nelayan, serta pelaku UMKM dapat dilibatkan dalam penyediaan bahan baku bagi dapur-dapur MBG.

“Kalau pelaku usaha lokal, petani, nelayan dan UMKM dilibatkan, maka dampak ekonominya akan sangat besar bagi masyarakat di Asmat,” katanya.

Jasman menambahkan, berdasarkan informasi dari Satuan Tugas Percepatan Pemenuhan Gizi Kabupaten Asmat, terdapat sekitar 99 pengajuan dapur MBG baru yang telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan direncanakan terealisasi secara bertahap hingga Agustus 2026. Puluhan dapur baru yang direncanakan ini merupakan bagian program MBG yang dikhususkan untuk daerah 3T.

Dengan bertambahnya dapur MBG tersebut, kebutuhan bahan baku seperti sayuran, ikan, telur dan daging dipastikan akan meningkat. Karena itu DPRK Asmat telah mendorong pemerintah daerah melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar dinas terkait menyiapkan program yang mendukung petani, nelayan dan peternak lokal.

“Kita dorong dinas-dinas terkait agar membantu petani dengan bibit sayuran yang menjadi kebutuhan dapur MBG. Hasilnya nanti bisa langsung diserap oleh dapur-dapur yang ada,” jelasnya.

Di sisi lain, DPRK juga menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap operasional dapur MBG, mulai dari penyusunan menu, standar gizi, proses produksi, distribusi makanan hingga pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Pengawasan harus ketat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kita berharap pemerintah daerah, satgas MBG, kepolisian, tokoh masyarakat hingga orang tua penerima manfaat dapat bersama-sama mengawasi program ini,” katanya.

Program MBG di Asmat sendiri tidak hanya menyasar anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, balita, lansia, serta tenaga pendidik.

Jasman berharap kehadiran program tersebut tidak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Asmat. (Emanuel/Nasrianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *