Beranda / Regional / Sempat Terhenti Sebulan, SPPG Tame Ayetu Kini Layak Operasi Kembali

Sempat Terhenti Sebulan, SPPG Tame Ayetu Kini Layak Operasi Kembali

Asmat, Suara Bentara | Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tame Ayetu di Kabupaten Asmat resmi kembali beroperasi setelah sempat disuspensi selama kurang lebih satu bulan. Kepastian ini menyusul diterbitkannya surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyatakan operasional telah layak dilanjutkan.

Berdasarkan surat BGN Nomor 1933/D.TWS/04/2026 tertanggal 25 April 2026, SPPG Asmat Agats Bis Agats 2 dinyatakan telah memenuhi persyaratan utama, terutama terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang kini telah sesuai standar.

Kepala SPPG Tame Ayetu, Irwanto, mengatakan pihaknya telah kembali menjalankan aktivitas pelayanan sejak keputusan tersebut diterima.

“Hari ini kami sudah mulai beroperasi kembali seperti biasa. Sebelumnya kami sempat berhenti sekitar satu bulan karena kendala pada grease trap dan pemasangan filter air yang belum sesuai standar,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Ia memastikan, seluruh kekurangan yang menjadi catatan dalam evaluasi sebelumnya telah diperbaiki.

“Kami sudah melengkapi semua kekurangan. Ke depan, kami berkomitmen meningkatkan pelayanan, khususnya dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak sekolah yang terdaftar di dapur kami,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Asmat, Halima Sadat, menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara ketat sebelum operasional kembali diizinkan. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan standar keamanan pangan dan kualitas layanan tetap terjaga sesuai ketentuan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sisi lain, kembalinya operasional SPPG juga disambut positif oleh para pekerja. Rian, salah satu pegawai, mengaku bersyukur dapat kembali bekerja setelah sempat terhenti.

“Kami sangat senang akhirnya bisa bekerja kembali. Ini sangat membantu karena kami bisa kembali mendapatkan nafkah untuk keluarga,” ungkapnya.

Dengan diaktifkannya kembali SPPG Tame Ayetu, layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah di wilayah Asmat, diharapkan kembali berjalan optimal sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah. (Nasrianto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *