Merauke, Suara Bentara | Pemerintah Provinsi Papua Selatan melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Katalpal Merauke, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti unsur TNI-Polri, instansi pemerintah, pelajar, mahasiswa serta ratusan masyarakat.
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo bertindak sebagai inspektur upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Mayor Inf Hariadi Ramdani.
Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 dibacakan Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan (MRPS) Damianus Katayu. Sementara teks Proklamasi Kemerdekaan dibacakan Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze.
Momen pengibaran bendera Merah Putih menjadi salah satu bagian utama upacara. Sebanyak 52 anggota Paskibraka Papua Selatan menjalankan tugas tersebut dengan tertib dan khidmat.
Pembawa baki dipercayakan kepada Frederika Ketewa Kawap dari SMAN Khas KPG Merauke. Petugas pengerek bendera terdiri atas Hetanatus Wagasu dari SMA Katolik Yan Smit Agats, Asmat, Efesus Tero dari SMK Negeri Seni dan Industri Kreatif Asmat, serta Fransesco Saverio Rangga dari SMAN Khas KPG Merauke.
Upacara tersebut diikuti 11 peserta dari unsur TNI-Polri, instansi perangkat daerah, pelajar dan mahasiswa. Unsur Muspida dan Forkopimda juga hadir mengikuti jalannya upacara bersama ratusan masyarakat yang memadati area Stadion Katalpal.
Usai upacara, Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menyerahkan tali asih kepada para veteran di Merauke sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan perjuangan mereka.
Apolo mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta mengisi kemerdekaan melalui pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini adalah hari bahagia, hari gembira bagi kita seluruh bangsa Indonesia, seluruh rakyat Indonesia. Secara khusus kita di Provinsi Papua Selatan juga turut larut dalam kebahagiaan dan kegembiraan hari ulang tahun kemerdekaan bangsa kita,” ujar Apolo kepada wartawan usai upacara.
Ia mengajak masyarakat Papua Selatan terus memupuk rasa kebangsaan dan nasionalisme dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
“Marilah kita terus memupuk dan mengembangkan rasa persatuan dan kesatuan, kebersamaan, rasa kebangsaan dan nasionalisme kita untuk mengisi kemerdekaan yang sudah diraih oleh para bapak bangsa kita, para pejuang kita,” katanya.
Apolo juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa.
“Keanekaragaman itu adalah pemberian Tuhan. Tidak ada satu manusia pun yang mampu menciptakan keanekaragaman. Oleh karena keanekaragaman dan kebhinekaan adalah karya ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa, maka tugas kita adalah menjaga apa yang diciptakan oleh Tuhan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta menghadirkan pembangunan yang menyejahterakan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan agama, suku dan golongan.
“Kami ingin mempersembahkan pendekatan pembangunan yang menyejahterakan masyarakat, yang memperhatikan seluruh elemen bangsa yang ada di Kabupaten Merauke tanpa harus memandang agama, suku dan antargolongan,” tegasnya.
Yoseph juga menekankan pentingnya kebijakan afirmatif bagi Orang Asli Papua (OAP) dalam pembangunan di Kabupaten Merauke. (Emanuel)






