Merauke, Suara Bentara – Warga Kampung Rawasari, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, mulai merasakan manfaat pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Selatan. Selain pembangunan ruas jalan yang terus dikebut, masyarakat kini juga menikmati fasilitas sumur bor yang membantu memenuhi kebutuhan air bersih.
Bagi warga, kehadiran dua infrastruktur dasar tersebut menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menghadapi akses jalan yang rusak dan kesulitan memperoleh air bersih.
Ikhsan, warga Kampung Rawasari, mengaku bersyukur karena pembangunan jalan akhirnya menjangkau kampung mereka. Menurutnya, pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi mulai membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat.
Ia berharap pembangunan ruas jalan dapat diselesaikan hingga Kampung Kumbe sesuai target pemerintah pada akhir 2026.
Hal senada disampaikan Rohayati. Ia mengenang kondisi jalan menuju kampungnya yang selama ini berubah menjadi lumpur saat musim hujan dan dipenuhi debu ketika musim kemarau. Kondisi itu kerap menghambat aktivitas masyarakat sekaligus menyebabkan kendaraan warga cepat rusak.
Selain pembangunan jalan, warga juga mengapresiasi pembangunan sumur bor air bersih di Kampung Rawasari. Tokoh masyarakat setempat, Haji Ihsan, mengatakan fasilitas tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga.
Menurutnya, air yang dihasilkan sumur bor jernih dan tidak asin. Sebelum fasilitas itu tersedia, sebagian warga harus mengambil air dari sumur umum sejak dini hari menggunakan jerigen dan sepeda. Sementara warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih harus membeli air seharga Rp50.000 per drum.

Meski demikian, Haji Ihsan berharap Pemerintah Provinsi Papua Selatan dapat menambah tiga titik sumur bor lagi karena kebutuhan air bersih masyarakat masih cukup tinggi.
Harapan itu disampaikan langsung kepada Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat meninjau pembangunan ruas jalan dan sumur bor di Kampung Rawasari, Kamis (30/7/2026).
Menanggapi permintaan tersebut, Apolo langsung menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Selatan untuk menindaklanjuti usulan penambahan sumur bor.
Dalam kesempatan itu, Apolo juga meninjau pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan kawasan Kantor Gubernur Papua Selatan di Salor menuju Kurik Harapan, Kurik Kota, Rawasari hingga Kampung Kumbe.
Menurut Apolo, progres pembangunan ruas jalan tersebut telah mencapai sekitar 60 persen. Pemerintah Provinsi Papua Selatan menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan hingga Kampung Kumbe pada Desember 2026.
“Kita harapkan akan selesai sampai di Kampung Kumbe pada Desember 2026,” kata Apolo.
Ia menambahkan, pembangunan ruas jalan akan terus dilanjutkan pada 2027 untuk memperluas konektivitas menuju wilayah lainnya.
Pembangunan jalan dan penyediaan air bersih diharapkan tidak hanya meningkatkan aksesibilitas masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi serta kualitas hidup warga di kampung-kampung yang selama ini menghadapi keterbatasan infrastruktur. (Emanuel)






