Beranda / SosBud / 360 Titik Solar Cell Disiapkan untuk Papua Selatan, Puskesmas Jadi Prioritas

360 Titik Solar Cell Disiapkan untuk Papua Selatan, Puskesmas Jadi Prioritas

Merauke, Suara Bentara | Sekitar 360 titik solar cell disiapkan untuk Papua Selatan pada 2026. Program tersebut diarahkan untuk membantu penerangan di kampung-kampung dan fasilitas pelayanan publik, termasuk puskesmas.

Kepala BP3OKP Papua Selatan, Yoseph Yanawo Yolmen, mengatakan program itu berawal dari keluhan masyarakat yang ditemui ketika tim turun ke sejumlah wilayah.

Menurut Yoseph, persoalan listrik tidak hanya berdampak pada aktivitas warga, tetapi juga pelayanan kesehatan.

“Di sini kita punya puskesmas ini tidak ada lampu,” kata Yoseph menirukan keluhan masyarakat saat menyampaikan evaluasi Otsus di Merauke.

Ia menjelaskan puskesmas membutuhkan pasokan listrik yang stabil karena terdapat peralatan kesehatan yang harus bekerja selama 24 jam, termasuk fasilitas penyimpanan obat atau bahan medis tertentu.

Yoseph mengatakan Papua Selatan tahun ini mendapatkan sekitar 360 titik solar cell. Program tersebut juga diharapkan dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya.

Ia menyebut BP3OKP ikut mengawal usulan tersebut melalui koordinasi dengan pemerintah pusat agar kebutuhan masyarakat di daerah tidak berhenti sebagai proposal.

“Jadi artinya bersamaan kita usulkan ke dokter spesialis, juga kita usahakan untuk penerangan,” ujarnya.

Yoseph mengatakan program solar cell telah mendapat persetujuan dan pemerintah pusat telah meminta jajaran terkait segera melakukan eksekusi.

Karena kebutuhan penerangan di Papua Selatan masih cukup besar, Yoseph meminta wartawan dan masyarakat memberikan informasi mengenai kampung atau fasilitas pelayanan yang belum mendapatkan penerangan.

Menurutnya, informasi dari lapangan penting untuk membantu BP3OKP menjalankan fungsi koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Ia berharap penerangan tersebut tidak hanya membantu masyarakat beraktivitas, tetapi juga memberikan kesempatan lebih baik kepada anak-anak di kampung untuk belajar pada malam hari serta mendukung pelayanan kesehatan.

“Dan itu tugas Bapak untuk koordinasi dari daerah ke pusat,” katanya. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *