Beranda / Regional / Bupati Merauke: Rotasi Pejabat Bukan Tempat Pembuangan, Kinerja Dievaluasi Tiap Enam Bulan

Bupati Merauke: Rotasi Pejabat Bukan Tempat Pembuangan, Kinerja Dievaluasi Tiap Enam Bulan

Merauke, Suara Bentara | Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke merupakan bagian dari pembinaan birokrasi, bukan bentuk hukuman maupun tempat pembuangan bagi pejabat.

Hal itu disampaikan Yoseph saat melantik dan mengambil sumpah tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, Senin (10/8/2026).

“Kalau ada orang mengatakan bahwa pelantikan di OPD tertentu itu merupakan tempat pembuangan, jangan sampai ada di benak Bapak Ibu yang baru saya lantik,” kata Yoseph dalam sambutannya.

Menurutnya, rotasi merupakan bagian dari tour of duty untuk memberikan pengalaman sekaligus menempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, kinerja, serta penilaian objektif lainnya.

Tujuan akhirnya, kata Yoseph, agar organisasi perangkat daerah dapat memberikan kinerja yang lebih baik dalam pelayanan, pemberdayaan masyarakat, dan penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Merauke.

Ia menegaskan, evaluasi terhadap kinerja pejabat akan dilakukan secara berkala. Bahkan, tiga pejabat yang baru dilantik akan dievaluasi dalam waktu enam bulan.

“Evaluasi itu perlu dilakukan supaya ada performance kinerja yang lebih baik di Kabupaten Merauke,” ujarnya.

Yoseph juga mengatakan Pemkab Merauke mulai mendorong penerapan sistem merit dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).

Menurut dia, ke depan pemerintah daerah perlu melakukan profiling ASN sejak proses penerimaan CPNS. Dengan demikian, kemampuan dan kompetensi seseorang dapat dipetakan sejak awal hingga mencapai puncak kariernya.

Ia menilai, pola tersebut penting agar penempatan pejabat tidak hanya bergantung pada proses seleksi jabatan, tetapi benar-benar berdasarkan kompetensi dan rekam kinerja.

“Ke depan diharapkan semua posisi penting, khususnya jabatan eselon II atau jabatan pimpinan tinggi pratama, harus diawali dengan profiling sejak dini,” katanya.

Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat yang dilantik yakni Martha Bayu Wahyuni Wijaya sebagai Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Merauke, David Tomtuwok sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, serta Thomas Kimko sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Merauke.

Martha sebelumnya menjabat Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke. David Tomtuwok sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD Kabupaten Merauke, sedangkan Thomas Kimko sebelumnya merupakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Merauke.

Selain soal rotasi pejabat, Yoseph meminta seluruh pimpinan OPD meningkatkan kinerja dengan mengacu pada visi dan misi daerah serta target kinerja yang telah ditetapkan.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi anggaran, terlebih dalam kondisi pemerintah daerah dituntut melakukan penghematan.

“Sekarang juga tidak ada istilah saya kerja sendiri, OPD ini kerja sendiri, OPD sana kerja sendiri. Tidak. Sekarang itu kolaborasi,” tegasnya.

Menurut Yoseph, sejumlah persoalan seperti kemiskinan dan stunting membutuhkan kerja bersama antar-OPD sehingga program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga meminta seluruh pimpinan OPD menyiapkan program yang dapat disinergikan dengan Rencana Induk Percepatan Pembangunan (RIPP) Papua. Program tersebut nantinya diharapkan dapat diusulkan kepada pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Kabupaten Merauke.

Yoseph mengatakan, Merauke saat ini menjadi salah satu kabupaten yang mendapat perhatian secara nasional. Karena itu, perhatian tersebut harus diimbangi dengan kinerja pemerintahan yang lebih baik.

“Tujuan kita dalam berpemerintahan adalah bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari waktu ke waktu,” katanya. (Emanuel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *